Tampilan dekat baterai yang terlalu panas dan bersinar dengan percikan api, yang menggambarkan pelarian termal dalam baterai.

Memahami Thermal Runaway: Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa itu Thermal Runaway pada Baterai?

Thermal runaway adalah kondisi di mana suhu baterai meningkat secara signifikan dalam waktu singkat akibat reaksi kimia internal yang tidak terkendali. Kondisi ini dapat menyebabkan panas berlebih, kebocoran gas, bahkan kebakaran atau ledakan pada baterai. Thermal runaway sering terjadi pada baterai lithium-ion ketika sel baterai mengalami kerusakan, kelebihan beban, atau terkena suhu tinggi.

Bagaimana Thermal Runaway Terjadi?

Thermal runaway terjadi ketika suhu di dalam baterai meningkat hingga memicu reaksi kimia yang menghasilkan lebih banyak panas. Siklus panas ini terus berulang dan mengakibatkan kenaikan suhu yang semakin cepat. Ada beberapa faktor yang dapat memicu thermal runaway, di antaranya:

  1. Overcharging: Mengisi baterai melebihi kapasitasnya dapat meningkatkan suhu internal.
  2. Korsleting Internal: Kerusakan di dalam baterai menyebabkan arus listrik pendek, memicu reaksi kimia yang menghasilkan panas.
  3. Kerusakan Fisik: Baterai yang rusak akibat benturan atau tekanan dapat mengalami kebocoran dan memicu reaksi berbahaya.
  4. Lingkungan Suhu Tinggi: Paparan suhu tinggi dari luar dapat memicu reaksi kimia yang mempercepat kenaikan suhu di dalam baterai.

Tahapan Thermal Runaway

  1. Inisiasi: Terjadi kenaikan suhu awal karena korsleting, overcharging, atau kerusakan fisik.
  2. Akselerasi: Suhu yang meningkat memicu reaksi kimia di dalam baterai yang menghasilkan lebih banyak panas.
  3. Ekspansi Gas dan Pelepasan Panas Ekstrem: Pada suhu kritis, elektrolit dalam baterai dapat melepaskan gas yang mudah terbakar, menyebabkan kebakaran atau bahkan ledakan.

Risiko dan Dampak Thermal Runaway

Thermal runaway pada baterai lithium-ion bisa berakibat fatal, terutama jika tidak segera ditangani. Risiko utamanya meliputi:

  • Kebakaran dan Ledakan: Akumulasi panas ekstrem dan pelepasan gas yang mudah terbakar meningkatkan risiko kebakaran atau ledakan.
  • Kerusakan Perangkat: Perangkat elektronik yang menggunakan baterai yang mengalami thermal runaway bisa rusak atau tidak dapat digunakan lagi.
  • Bahaya Kesehatan: Gas beracun yang dikeluarkan selama thermal runaway dapat membahayakan kesehatan, terutama dalam ruangan tertutup.

Cara Mencegah Thermal Runaway

  1. Gunakan Baterai Sesuai Spesifikasi: Pastikan menggunakan baterai asli dan sesuai spesifikasi perangkat untuk mencegah overcharging atau overheating.
  2. Jangan Overcharge Baterai: Hindari pengisian daya melebihi batas kapasitas baterai atau penggunaan charger yang tidak kompatibel.
  3. Simpan di Suhu yang Aman: Hindari paparan suhu ekstrem pada baterai, baik saat disimpan maupun digunakan.
  4. Periksa Kondisi Fisik Baterai: Jika baterai tampak rusak, menggembung, atau mengeluarkan bau, segera ganti atau buang dengan aman.

Contoh Kasus Thermal Runaway

Thermal runaway sering terjadi pada baterai ponsel, laptop, dan kendaraan listrik. Beberapa kejadian kebakaran pada ponsel dan perangkat elektronik sering dikaitkan dengan thermal runaway akibat korsleting atau penggunaan charger tidak resmi yang menyebabkan overcharging.

Kesimpulan: Pentingnya Memahami Thermal Runaway

Thermal runaway adalah kondisi berbahaya pada baterai yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada perangkat elektronik dan membahayakan keselamatan pengguna. Dengan memahami penyebab dan cara mencegah thermal runaway, pengguna dapat lebih waspada dan menjaga keamanan baterai, terutama pada perangkat yang menggunakan baterai lithium-ion.